Kini PKL di Bekasi membuka lapak di 11 pasar tradisional milik Pemerintah Kota Bekasi berjumlah 3.125 buah dengan pertumbuhan mencapai 1,3 persen pertahun.
Kepala bidang PKL, Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Aom Jamhur di Bekasi, Selasa, mengatakan, usaha yang dikelola PKL tersebut cukup bervariasi mulai menjual makanan/minuman, konveksi, bordiran, asesoris, elektronik, kebutuhan peralatan dapur dan rumah, boneka, dan lainnya.
(Visijobs-News) – Pekerjaan sebagai petani bukan tawaran yang mengiurkan, terlebih lagi di negeri ini. Dapatkah kita membayangkan jika profesi ini tidak lagi diminati.
Hal ini mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Utara (Sulut) minta pemerintah tingkatkan pengetahuan petani dalam upaya mencegah terjerumus ke dalam jurang kemiskinan karena jadi penganggur.
Teknologi yang semakin maju membuat petani tradisional kini tidak memiliki harapan untuk meneruskan pekerjaan mereka, karena kerap kali mereka merugi dengan harga pupuk bahkan teknologi yang mereka miliki tidak lagi efisien.
Balai Diklat Tenaga Kerja yang ada dapat difungsikan pemerintah guna memberdayakan petani agar punya pengetahuan lebih baik dengan demikian dapat berinovasi.
(Visijobs-News) - Produksi pisang sale dari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama ini mampu "membanjiri" Pasar Bandung, Jawa Barat (Jabar), karena kualitasnya sebagai makanan "buah tangan" itu kini banyak diminati konsumen.
Sebagian besar warga Desa Sawarna kini memiliki pekerjaan yang menetap dan produktif, mereka menjadi pengrajin pisang sale sebagai industri rumahan karena bahan bakunya dari tanaman pisang raja siam melimpah.
Masyarakat, memanfaatkan tanaman pisang itu dijadikan usaha produktif untuk meningkatkan ekonomi juga kesejahteraan.
Usaha yang dikerjakan oleh pengrajin ini, sangat efektif menekan pengganguran.
Jumlah masyarkat yang diserap di industry rumahan ini cukup banyak.Bahkan kehidupan ekonomi pengrajin pisang sale di desa itu cukup baik dan terbukti banyak anak-anaknya yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Mereka menggeluti pengrajin pisang sale sudah puluhan tahun menjadikan sumber mata pencarian warga Desa Sawarna.
Selengkapnya....
Salah satu bentuk tanggung jawab perusahan adalah memulangkan para TKI itu ke kampung halaman mereka di NTT, kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT Abraham Jumina, di Kupang terkait masalah yang dihadapi 300 TKI asal NTT di Jakarta.
"Kami sudah memanggil pihak perusahaan untuk minta pertanggungjawaban dan pihak perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggungjawab termasuk memulangkan para TKI ke kampung halaman mereka di NTT," katanya.
Ia mengatakan masalah 300 TKI asal NTT di Jakarta saat ini semata-mata karena kesalahan pihak perusahaan yang merekrut tenaga kerja Indonesia untuk dikirim ke Malaysia pada saat pemerintah Indonesia menutup sementara kran pengiriman TKI khususnya pembantu rumah tangga ke Malaysia.
Selengkapnya....
(Visijobs-News) – Selama ini tidak ada yang memperhitungkan pedagang di pasar sebagai pengerak ekonomi yang paling di andalkan alias ujung tombak dari perekonomian negara ini.
Hal ini mengugah Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan pedagang di pasar tradisional memerlukan dukungan perbankan, khususnya dalam memperoleh pelayanan kredit yang dibutuhkan guna mengembangkan usahanya.
Bisa di bilang pekerjaan yang satu ini tidak dapat di sepelekan, dari petani lalu ketangan penampung lalu di distribusikan ke pedagang kecil sampai kerumah-rumah.
Pekerjaan yang kasar, namun tidak tergantikan sekalipun banyak tumbuh mini-mini market.
Untuk dapat bertahan dengan persaingan yang semakin ketat dengan pengusaha bermodal besar.
Pedagang pasar memerlukan kredit, tetapi kredit yang diberikan kepada mereka semestinya menyesuaikan dengan kondisi dan budaya pedagang di pasar tradisional
Kondisi ini harus dapat di pahami oleh dunia perbankan karena pada umumnya budaya pedagang di pasar tradisional di antaranya mereka umumnya hanya mampu membayar cicilan kreditnya harian, bukan bulanan seperti kebijakan perbankan selama ini.
Sehingga, pedagang tentu akan memilih mengambil kredit di bank apabila persyaratannya lebih ringan, ketimbang pinjam uang kepada rentenir, yang mebuat kehidupan mereka semakin sulit.
selengkapnya.....
(Visijobs-News)- Indonesia boleh bangga memiliki tenaga kerja di bidang kerajinan batik yang tidak menyerah dengan kehadiran batik China menjelang diberlakunya perjanjian ACFTA.
Pemberlakuan perjanjian ACFTA sempat memunculkan pro-kontra pada pelaku usaha kerajinan yang mengaku khawatir produknya kalah bersaing di pasaran.
Dengan diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China telah menimbulkan dampak negatif terhadap para pengusaha batik, karena produk batik dari negara `Tirai Bambu` juga mulai membanjiri pasaran.
Jika tidak di antisipasi akan berdampak pada tenaga kerja yang berkecimpung dikerajinan batik, sehingga hal ini tidak hanya menjadi masalah persaingan pasar.
Kondisi ini akan memicu permasalahan yang lebih besar yaitu berkurangnya peluang kesempatan kerja bagi orang-orang yang memang telah menekuni bidang ini dam memperoleh pendapatan hidup dari kerajinan batik.
Maka perajin batik terus mencoba mengantisipasi segala tantangan dan bertahan dari gempuran produk yang sama dari China yang kini terus membanjiri pasaran.
"Petugas yang diterima mulai dari koordinator lapangan, koordinator tim dan tenaga pencacah," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Jasa Bangun di Manado.
Jasa mengatakan, pelaksanaan SP2010 ini selain karena tuntutan Undang Undang dimana harus dilaksanakan penghitungan jumlah penduduk Indonesia secara berkala 10 tahun sekali, terkandung maksud mengatasi pengangguran sementara.
"Meskipun pekerjaan para petugas sensus hanya satu dua bulan saja, tetapi dengan insentif yang diberikan berkisar Rp2,5 juta hingga Rp4 juta, cukup bermanfaat menurunkan tingkat kemiskinan," kata Jasa.
Selengkapnya .....
also post at www.visijobs.com
