(Visijobs.com - News) - Industri kecil dan menengah di Kabupaten Lebak mampu menyerap tenaga kerja sekitar 32.000 orang sehingga sangat membantu pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Herisnen, mengatakan, selama ini pertumbuhan industri kecil dan menengah meningkat antara empat sampai lima persen per tahun.
Sebagian besar mereka unit usaha memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) seperti tanaman bambu, melinjo, gula aren, pandan, batu sempur dan lainya. Ia mencontohkan, pelaku industri yang menggunakan bahan baku bambu sekitar 3.000 unit usaha di antaranya kerajinan tangan alat rumah tangga, mebeleur, bilik, dan anyaman-anyaman.
Bahkan, industri bahan baku bambu di Kabupaten Lebak ada yang sudah ekspor ke luar negeri seperti produk mebeleur Pasir Ona Desa Rangkasbitung Timur. Industri mebeleur Pasir Ona Rangkasbitung sudah tembus pasar Benua Eropa dan Amerika Serikat. Produksi mereka setiap bulan memasok pasar mancanegara, karena segi kualitas sangat bagus dan memiliki nilai jual tinggi.
"Saya kira pemanfataan bambu itu tentu bisa menciptakan unit usaha masyarakat," katanya. Dia juga mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong untuk memanfaatkan potensi SDA tersebut untuk dijadikan sumber penghasilan masyarakat.
Sebab potensi SDA yang ada di Kabupaten Lebak sangat melimpah baik hasil pertanian maupun perkebunan. Selama ini, kata dia, masyarakat hanya menjual batangan bambu saja ke luar daerah dan belum bisa memanfaatkan sepenuhnya bahan baku bambu untuk digunakan home industri kerajinan tangan maupun anyaman-anyaman.
Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar bisa menciptakan unit usaha baru dengan memanfaatkan bahan baku bambu tersebut. "Jika unit usaha itu tumbuh dipastikan dapat menyerap tenaga kerja dan bisa mengatasi pengangguran," katanya.
also post at www.visijobs.com

0 komentar:
Posting Komentar