(Visijobs - News) - Perbankan merupakan salah satu elemen pendorong optimalisasi penciptaan lapangan kerja dan pekerja mandiri dengan menyalurkan pembiayaan kepada usaha kecil dan menengah (UKM).
"Keberpihakan perbankan sangat besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan di daerah, diharapkan perbankan lebih meningkatkan fasilitasi pembiayaan bagi UKM di peloksok daerah, tak hanya di perkotaan," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan pada HUT ke-49 Bank Jabar dan Banten di Bandung.
Sektor perbankan, khususnya Bank Jabar dan Banten dituntut melengkapi layanan dengan skema keuangan beragam, variatif dan merangsang pertumbuhan ekonomi secara merata baik di perkotaan maupun pedesaan. "Tak hanya Bank Jabar dan Banten, namun juga bank-bank lain yang beroperasi di Jawa Barat. Di sana ada kewajiban ikut mensejahterakan masyarakat," kata Gubernur.
Pada kesempatan itu, Gubernur secara khusus meminta perbankan yang beroperasi di Jawa Barat ikut mendorong program penciptaan lapangan pekerjaan khususnya penciptaan pemuda mandiri membangun desa yang menjadi salah satu sektor yang digenjot Jawa Barat dalam menekan angka urbanisasi.
Sementara itu peringatan HUT ke-49 Bank Jabar dan Banten 2010 ini ditandai dengan peluncuran Bank Jawa Barat Banten (BJB) Syariah yang merupakan hasil `spin off` dari Bank Jabar dan Banten. Sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari Bank Jabar Banten yang beroperasi sejak sepuluh tahun lalu. Dengan spin off atau pemisahan menjadi bank umum syariah (BUS) maka struktur BJB Syariah terpisah dari bank BUMD Provinsi Jawa Barat itu.
Struktur organisasi terdiri atas Komisaris Nana Supriatna, Direktur Utama Hendarin Sukarmadji, Direktur Bisnis Hadi Sunaryo, Direktur Operasi Rukmana dan Direktur Kepatuhan Endang Ruchiyat. Peluncuran BJB Syariah dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan disaksikan seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jabar Banten dan BJBA Syariah.
also post at www.visijobs.com

0 komentar:
Posting Komentar