Filipina memiliki kurang dari setengah pekerja ahli ilmiah dan teknologi yang dibutuhkan sedangkan semakin banyak dari mereka yang mencari pekerjaan di luar negerinya, kata pejabat Kementerian Ilmu Pengetahuan Filipina. Berdasarkan standar UNESCO, Filipina seharusnya memiliki 386 pekerja ilmu pengetahuan dan teknologi per satu juta penduduk namun kenyataannya sekarang hanya mencapai angka 165 orang , kata Leticia Catris, kepala Institut Pendidikan Ilmu Pengetahuan dari Kementerian Ilmu Pengetahuan.
Satu survei yang dilakukan institut itu menemukan peningkatan angka pekerja ilmiah dan teknologi mencari kerja keluar negeri setiap tahunnya, kata Catris.
"Alasan meninggalkan negara karena mereka dapat menghasilkan gaji lebih banyak di luar negeri dibanding di dalam negeri. Ini merupakan fakta yang memilukan tetapi masyarakat menyadari mereka harus bekerja untuk keluarganya," kata Catris kepada AFP.
Survei menemukan bahwa 24.502 pekerja ilmiah dan teknologi pergi ke luar negeri pada 2009, angka yang terus meningkat sejak 9.877 orang meninggalkan negeri pada 1998.
baca selengkapnya......

0 komentar:
Posting Komentar