Padahal berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihaknya, dia mengatakan, masih banyak lowongan kerja yang belum terisi di setiap pameran bursa kerja yang diadakan di Indonesia.
"Setiap tahun hanya ada 30 persen lowongan kerja yang dapat terisi melalui pameran bursa kerja. Dari 70 persen yang belum terisi karena pelamar masih di bawah standar yang diinginkan perusahaan-perusahaan," katanya.
Dia mengatakan, perlu ada upaya yang lebih intensif dalam menyiapkan calon tenaga kerja agar permasalahan pengangguran di negara ini segera teratasi.
"Hal yang menjadi kekurangan dari tenaga kerja kita, antara lain penguasaan bahasa Inggris, teknologi informasi dan komputer," katanya.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pendidikan keterampilan bagi calon tenaga kerja harus berjalan seiring dengan kebutuhan dunia kerja terhadap tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.
Dalam kesempatan tersebut presiden meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Technopark Ganesha Sukowati, yang diklaim dapat mengentaskankan pengangguran dan mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.
Muncul pertanyaan, apa yang menjadi keunggulan BLK Technopark dibanding BLK-BLK pada umumnya yang selama ini juga berupaya dalam mengentaskan pengangguran?
Bupati Sragen, Untung Wiyono mengatakan, penguasaan bahasa Inggris, teknologi informasi dan komputer yang menjadi kekurangan pada tenaga kerja Indonesia termasuk sebagai hal utama yang dilatih di BLK Technopark.
"Selain itu, bentuk pelayanan dengan nama `Kios Three in One` yang menggabungkan pelayanan program pelatihan tenaga kerja, sertifikasi keahlian dan penempatan dalam lowongan kerja merupakan hal yang membedakan dengan BLK lainnya," katanya.
Dia mengatakan, tidak hanya masyarakat Kabupaten Sragen dan Jawa Tengah saja yang dapat mengakses fasilitas BLK Technopark ini, tetapi juga oleh semua pencari kerja di Indonesia.
Beberapa pendapat masyarakat menunjukkan apresiasi yang positif mengenai adanya BLK Technopark yang ada di Kabupaten Sragen ini.
Seorang pencari kerja yang merupakan lulusan Fakultas Hukum UNS Solo, Gunawan Muhammad mengatakan, program pelatihan dan sertifikasi yang ada di BLK Technoprk ini membantu saya yang memiliki minat kerja di bidang otomotif.
"Saat ini yang saya miliki hanya gelar sarjana hukum, sedangkan saya sekarang berminat di bidang otomotif karena lapangan kerja di bidang hukum menurut saya semakin sempit dengan semakin tingginya persaingan. Saya membutuhkan sertifikasi kemampuan lain yang saya miliki, yaitu di bidang otomotif," katanya.
Menurutnya, dengan sertifikasi yang dia dapatkan melalui BLK Technopark ini berarti dia dimudahkan untuk mencari kerja di bidang otomotif yang diminatinya sekarang ini.
"Selain itu, informasi lowongan dan penempatan kerja juga semakin memudahkan saya untuk mencari pekerjaan," kata Gunawan yang sudah satu bulan menganggur ini.
Sementara itu, seorang lulusan sekolah menengah kejuruan, Supardi mengatakan, dengan pelayanan satu atap ini dinilai efisien dalam menjadi jembatan bagi pencari tenaga kerja.
"Melalui pelayanan tersebut, saya mendapat info dari banyak perusahaan di seluruh Indonesia, baik perusahaan lokal dan multinasional," katanya.
Menurutnya, program pelatihan yang ada semakin memantapkan dirinya untuk dapat bekerja di perusahaan yang menerimanya.
Berdasarkan penjelasan dari Menakertrans, Erman Suparno, jenis kejuruan yang menjadi pelatihan unggulan BLK Technopark Sragen, antara lain teknologi pengelasan, otomotif, listrik industri, elektroika industri, garmen, teknologi informasi, teknologi mekanik, teknologi fabrikasi dan industri agro.
"Konsep dasar pembangunan BLK Technopark ini adalah mengembangkan kawasan terpadu yang mengintegrasikan kegiatan pelatihan kerja, penerapan teknologi mutakhir dan memacu kegiatan perekonomian masyarakat," kata Erman.
BLK Technopark yang ada di Kabupaten Sragen, lanjutnya, merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi model percontohan dalam pengembangan tenaga kerja yang berkompeten dan produktif dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Setelah pembangunan BLK Technopark di daerah ini, dia mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan BLK dengan konsep yang sama di Sumatra Utara, Gorontalo dan Pekalongan, Jawa Tengah.
"Dalam jangka waktu ke dapan juga, pembangunan BLK Technopark seperti yang ada di Sragen akan ada di seluruh provinsi di Indonesia," katanya.
Upaya tersebut dilakukan agar tercipta tenaga kerja yang berwawasan teknologi terapan dan ekonomi kreatif sehingga kondisi yang tercipta tidak hanya mereka mendapatkan lapangan kerja dari lowongan yang ada tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
"Pada akhirnya angka pengangguran di Indonesia semakin berkurang dan harapan untuk mencapai pengangguran nol persen bukan sesuatu yang mustahil lagi," katanya.
(prs/PRS/ant)
(foto : ant)

0 komentar:
Posting Komentar